Saat memainkan game online, karakter dapat bergerak hanya beberapa saat setelah pemain menekan tombol. Menekan tombol W membuat karakter maju, menggerakkan joystick dapat mengubah arah, sementara menggeser mouse membuat kamera mengikuti pandangan pemain.
Proses tersebut terlihat sederhana. Namun, game sebenarnya harus membaca input, memahami perintah, memeriksa kondisi lingkungan, lalu menentukan gerakan yang dapat dilakukan karakter.
Dalam permainan online, prosesnya menjadi lebih kompleks karena sebagian informasi juga perlu dikirim melalui jaringan agar pemain lain dapat melihat gerakan yang terjadi.
Game Menerima Input dari Pemain
Proses gerakan dimulai dari perangkat yang digunakan pemain. rajazeusgame
Input dapat berasal dari keyboard, mouse, controller, atau layar sentuh. Ketika pemain menekan sebuah tombol, sistem membaca tindakan tersebut sebagai sebuah perintah.
Misalnya, developer mengatur:
- W untuk bergerak maju.
- S untuk mundur.
- A dan D untuk bergerak ke samping.
- Space untuk melompat.
Game kemudian menghubungkan setiap input dengan tindakan karakter.
Karena itu, ketika pemain menekan W, game tidak melihatnya hanya sebagai huruf W. Sistem mengenalinya sebagai perintah untuk menggerakkan karakter ke depan.
Game Membaca Input Secara Terus-Menerus
Pemain dapat mengubah arah dengan sangat cepat. Karena itu, game perlu memeriksa input secara berulang selama permainan berlangsung.
Misalnya, pemain menekan W selama tiga detik. Game perlu mengetahui bahwa tombol tersebut masih aktif agar karakter terus bergerak.
Ketika pemain melepaskannya, game menghentikan perintah maju.
Sistem juga dapat membaca beberapa input sekaligus. Pemain dapat menekan W dan D secara bersamaan sehingga karakter bergerak menyerong.
Kemampuan membaca kombinasi tersebut membuat kontrol dalam game terasa lebih fleksibel.
Arah Kamera Bisa Memengaruhi Gerakan
Pada banyak game, arah gerakan berhubungan dengan posisi kamera.
Misalnya, pemain mengarahkan kamera ke sebuah bangunan lalu menekan tombol maju. Karakter bergerak menuju arah yang sedang dihadapi kamera atau karakter, tergantung sistem kontrol yang digunakan.
Hal ini sangat umum pada game third-person dan first-person.
Game terus menghitung arah kamera agar gerakan tetap sesuai dengan sudut pandang pemain.
Karena itu, mengubah kamera dapat mengubah arah perjalanan tanpa perlu mengganti tombol yang digunakan.
Kecepatan Karakter Tidak Selalu Sama
Setelah membaca arah, game juga menentukan seberapa cepat karakter bergerak.
Berjalan, berlari, merunduk, berenang, atau membawa benda berat dapat memiliki kecepatan berbeda.
Developer memberikan nilai tertentu untuk setiap kondisi.
Misalnya, karakter dapat bergerak normal ketika berjalan. Ketika pemain menekan tombol sprint, game meningkatkan kecepatannya.
Namun, game juga dapat memeriksa stamina. Jika stamina habis, karakter kembali bergerak lebih lambat.
Dengan demikian, sistem pergerakan karakter tidak hanya membaca arah tetapi juga kondisi karakter saat itu.
Game Memeriksa Apakah Jalan Bisa Dilewati
Menekan tombol maju tidak berarti karakter selalu dapat bergerak.
Game harus memeriksa lingkungan terlebih dahulu.
Jika terdapat tembok di depan karakter, sistem collision mencegah karakter melewatinya. Hal serupa berlaku ketika pemain mendekati batu, bangunan, kendaraan, atau objek lain yang memiliki batas fisik.
Proses ini menggunakan collision detection.
Secara sederhana, game memberikan area tertentu pada karakter dan objek. Ketika area tersebut bertemu, sistem menentukan apakah karakter harus berhenti, bergeser, memantul, atau melakukan tindakan lain.
Permukaan Tanah Juga Memengaruhi Gerakan
Game dapat membaca kondisi permukaan yang sedang dilewati pemain.
Karakter mungkin bergerak normal di jalan tetapi menjadi lebih lambat ketika memasuki lumpur. Es dapat membuat karakter lebih sulit berhenti, sementara air dapat mengubah gerakan menjadi berenang.
Developer dapat memberikan sifat berbeda pada setiap jenis permukaan.
Sistem kemudian membaca posisi karakter dan menentukan aturan gerakan yang sesuai.
Teknik tersebut membuat lingkungan tidak hanya menjadi tampilan visual, tetapi juga memengaruhi cara pemain bergerak.
Animasi Mengikuti Gerakan Pemain
Setelah menentukan gerakan, game perlu memilih animasi yang sesuai.
Ketika karakter diam, game menjalankan animasi idle. Saat pemain mulai bergerak, sistem menggantinya dengan animasi berjalan.
Jika kecepatannya meningkat, animasi dapat berubah menjadi berlari.
Game juga dapat menyesuaikan arah kaki, posisi tubuh, dan gerakan tangan agar perubahan terlihat lebih alami.
Karena itu, animasi karakter dalam game biasanya bekerja bersama sistem pergerakan.
Game Online Mengirim Gerakan ke Server
Dalam game multiplayer, gerakan pemain tidak hanya penting bagi perangkatnya sendiri.
Pemain lain juga harus mengetahui posisi karakter tersebut.
Karena itu, perangkat dapat mengirimkan informasi mengenai posisi, arah, kecepatan, atau tindakan menuju server sesuai sistem jaringan yang digunakan game.
Server kemudian membantu memperbarui kondisi permainan dan menyampaikan informasi yang diperlukan kepada pemain lain.
Proses ini berlangsung sangat cepat dan terus berulang selama pertandingan.
Mengapa Gerakan Pemain Lain Kadang Terlihat Patah?
Koneksi internet dapat memengaruhi bagaimana gerakan pemain lain terlihat.
Jika pembaruan posisi terlambat sampai, perangkat tidak selalu memiliki informasi terbaru mengenai posisi karakter lain.
Akibatnya, karakter dapat terlihat bergerak tidak mulus atau berpindah sedikit secara tiba-tiba.
Game biasanya menggunakan teknik interpolation untuk membantu mengurangi masalah tersebut.
Secara sederhana, sistem membuat perpindahan antara posisi lama dan posisi baru terlihat lebih halus.
Dengan begitu, pemain tidak selalu melihat setiap perubahan jaringan secara langsung.
Game Bisa Mengenali Pola Gerakan Tertentu
Sistem juga dapat menggunakan gerakan untuk menentukan tindakan lain.
Misalnya, karakter berlari menuju sebuah rintangan lalu menekan tombol lompat. Game dapat menggabungkan informasi kecepatan, arah, dan posisi untuk menentukan hasil lompatan.
Pada game tertentu, sistem juga dapat mengenali apakah pemain sedang mendekati tangga, tebing, pintu, atau objek yang dapat digunakan.
Kemudian, game menampilkan tindakan yang sesuai.
Hal ini membuat lingkungan terasa lebih responsif terhadap gerakan pemain.
Kontrol yang Baik Membuat Gerakan Terasa Alami
Pemain biasanya mengharapkan karakter segera merespons perintah.
Jika terdapat jeda terlalu lama antara tombol dan gerakan, kontrol dapat terasa berat. Sebaliknya, respons yang terlalu cepat juga belum tentu cocok untuk semua jenis permainan.
Karakter manusia, kendaraan, dan objek berat dapat membutuhkan sensasi gerakan yang berbeda.
Karena itu, developer mengatur akselerasi, kecepatan, momentum, animasi, dan waktu respons berdasarkan pengalaman yang ingin mereka buat.
Penutup
Game membaca gerakan pemain dengan menerima input dari keyboard, mouse, controller, atau layar sentuh. Sistem kemudian mengubah input tersebut menjadi arah, kecepatan, dan tindakan karakter.
Game juga memeriksa collision, kondisi permukaan, posisi kamera, animasi, serta berbagai aturan lain sebelum menentukan hasil akhirnya. Pada game online multiplayer, informasi gerakan juga perlu disinkronkan agar pemain lain dapat melihat posisi karakter dengan benar.
Proses tersebut berlangsung sangat cepat sehingga pemain biasanya hanya merasakan hasil akhirnya. Mereka menekan tombol, lalu karakter bergerak. Namun, di balik gerakan sederhana tersebut terdapat berbagai sistem yang bekerja bersama untuk membuat kontrol terasa lancar, tepat, dan sesuai dengan dunia permainan.
Baca juga :Mengapa RAM Berpengaruh Besar pada Performa Game Anda?
